Senin, 19 Maret 2012

Human Resources Management

Human Resources Management 
By: Prof. Dr. H. Moh. Khusnurridlo, M.Pd
(Profesor Manajemen Pendidikan STAIN Jember)
Dalam Materi Kuliah Pascasarjana Semenster II Insuri Ponorogo 2012

Diringkas Oleh Mahasiswa Manajemen Insuri Ponorogo
RESUME I


Apa yang seharusnya kita tela'ah dari HRM  ini?
  1. Definisi HRM dan menjelaskan bagaimana kontribusinya terhadap kinerja organisasi.
  2. Mengidentifikasi bagaimana tanggungjawab MSDM.
  3. Mengikhtisarkan tipe-tipe skill yang dibutuhkan dalam MSDM
  4. Menjelaskan peran supervisor dalam MSDM
  5. Mendiskusikan isu-isu esensial dalam MSDM
  6. Mendeskripsikan karir dalam MSDM


MANAJEMEN SDM
  • Kebijakan praktik dan sistem yang mempengaruhi karyawan  dalam (1) Perilaku, Behavior (2) Sikap, Attitude; (3) Kinerja, performance
  • MSDM kebijakan, praktek dan sistem yang mempengaruhi perilaku, sikap dan kinerja karyawan, Fokus pada upaya memaksimalisasi kinerja organisasi kinerja individu


Recrutment:
  1. Advertising
  2. Job Description
  3. Person Specification
Selections:
Tahapan - tahapan dalam Selections adalah sebagai berikut:
  1. Short Listing
  2. Interview
  3. Presentations
  4. In-Tray Exercices
  5. Psikometric Testing
  6. Attitude Testing
Employment Legislation:
  1. Equal Opportunities
  2. Descriminations
  3. Union Recognations
  4. Contract
  5. Health and Safety
  6. EU Directivies
Development:
  1. Opportunities
  2. Promotions
  3. Personal Developments
  4. Continuing Profesional Development (CPD)
Training:
  1. New Skills
  2. New Systems
  3. Improve Eficientcy
Rewards Systems:
  1. Pay
  2. Benefits
Productivity:
  1. Output per worker per period of time
  2. Meansuring Performance


Bagaimana MSDM bisa berubah?
  • Waktu untuk kerja administratif berkurang
  • Peran-peran seperti business partner stratejik, change agent dan advokasi karyawan meningkat
  • Pergeseran fokus dari operasi sekarang menuju strategi masa depan
  • Mempersiapkan manajer non MSDM untuk mengembangkan dan melaksanakan praktik SDM
  • Memanfaatkan online swalayan (self service)
MSDM Stratejik
Tujuan manajemen stratejik adalah alokasi sumber untuk memperoleh keunggulan kompetitief (competitive advantage)
Manajer MSDM hendaknya:
  • Memiliki stratejik planing
  • Memiliki pengetahuan tentang tujuan stratejik organisasi
  • mengetahui tipe kebutuhan SDM untuk mendukung rencana stratejik
  • Mengembangkan program untuk menjamin bahwa karyawan telah memiliki skill, perilaku dan sikap yang diperlukan
Memasuki Lapangan SDM
  • Network (yaitu membangun jaringan/ networking)
  • SHRM (system of Human Resources Manajemen)
  • Internships (Magang)
  • Consider Certification (di ikutikan sertifikasi)
  • Campus Leaderships (seperti outbond, dsb)
  • Recruiting
  • Generalist
Efektifitas MSDM
  • Karyawan dan pelanggan cenderung puas
  • Perusahaan cenderung:
  1. Lebih Inovatif
  2. Produktifitas meningkat 
  3. Reputasi meningkat di masyarakat
Human Capital an organisations employees described in terms of their:
- Training
- Expreiences
- Judgment
- Intellegence
- Relationships
- Insight

The concept of human resource management implies that employees are resources of the employer

MSDM DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF
  • An organisation can succeed if it has sustainable competitive advantage
  • Human resources have the necessary quality to help give organisations this advantage:
  • Human resources are valuable
  • Human resources with needed skills anda knowledge are some times rare
  • Human resources have no good subtituties 
News:
At soutwest airlines the company's focus is on keeping employees loyal, motivated, trained and compensated. In turn, there is a low turnover rate and a high rate of customer satisfaction

High Peformance Work System
An organization in which technology, organizational structure, people, and processes all work together to give an organization and advantage in the competitive environment.


Jumat, 16 Maret 2012

Total Quality Manajemen

Dr. Ahmadi Bardan, M.Ag (081335462736)
ahmadibrdn66@gmail.com
ahmadibardan@yahoo.com

Kontrak Kuliah
- Meeting 100% hadir
- Pertemuan I 80 % Dosen dan 20% mahasiswa
- Pertemuan II 30% Dosen dan 70% mahasiswa
- Pertemuan III 20% Dosen dan 80% Mahasiswa
- Pertemuan IV 10% Dosen dan 90% Mahasiswa

TQM menurut Dr. Ahmadi Bardan adalah konsep Islam yang berasal dari Islam, bukan konsep yang berasal dari barat. 
Imam + Amal Shaleh----------> Strategy
    |        Creating Value
    |                          |
   V                        V               /Ruang
Mutu                Strategic ==={
                                               \Waktu

Integrated => dlam beriman (i'tiqod, iqror dan a'maal)
__________________________________________________________________
LEARNING OPPORTUNITY
  1. to understaind the complexitas of definiting quality
  2. to develope a definition for quality
  3. to be came familiar with deffering definition of quality such sources as both the american adn japan society for quality, Dr. Edwards Deming, Philips Crosby, Ishikawa
  4. to giant insight into the evaluation of total quality manajemen concept
  5. to apply TQM to school


BUKU-BUKU MATERY TQM
  1. Manajemen kualitas pendekatan system qualitas
  2. mnajemen qualiatas produk jasa
  3. fisologi baru tentang manajemen mutu terpadu abad 21
  4. TQM = suwarsono
  5. TQM : Fandy Chiptono
  6. Manajemen mutu terpadu
  7. ISO 9001:2000 and continual Quality Improvment :Vincent Gaspers
  8. merancang mutu: juran
  9. pengendalian mutu pendidikan sekolah menengah : nana syaedah
  10. implementing total quality: prentice Hall David L Goeth
  11. Quality : Prestice DonnaS Summer
  12. Juran's Quality Handbook : Joseps M Jurans
  13. Quality Management Howard S Gillow
  14. TQM: Dale H Bestfrid
  • UU 20 tahun 2003
  • Permendiknas 19 2005 Pasal 1 Ayat 1
  • Permendiknas 23 2005
  • Permendiknas 34 2007
  • Permendiknas 63 2009
__________________________________________________________
History Of Quality
  1. Narmer palette
  2. hammurabi (code od hammurabi)
  3. abad 13 di eropa dikenal magang/ bimbingan
  4. 1920 -1940 mulai di kenal bel system
TQM MOVEMENT
  1. 1991 : Prinsip manajemen ummat
  2. 1931 : mengontrol mutu melalui statistikal
  3. 1940 : penerapan teknik-teknik sampling statistik
  4. 1950 : Pengajaran mutu pada ilmuan di jepang
  5. 1951 : Quality Control Handbook
  6. 1961 : Pembuatan rudal dengan tingkat error 0%
  7. 1970 : dikenalkan zero deffect
  8. 1979 : Qualitas is free/ bebas cacat
  9. 1980 : Jepang mengangkat Edward Daming sebagai bapak mutu
  10. 1981 : Perusahaan mobil ford mengundang edward daming
  11. 1984 : Quality without tears/ mutu tanpa air mata
 
Mutu itu melakukan peningkatan secara spiral bukan vertical.

TQM dalam kebijakan dunia pendidikan dilaksanakan dari
  • Diagnosis of needs
  • Formulating contruktifies
  • Slecting Contact
TQM menurut ishikawa adalah perpaduan semua fungsi manajemen, sedangkan menurut fandy Tjiptono adalah upaya pendekatan maksimal dalam daya saing organisasi secara terus menerus.
____________________________________________________
10 UNSUR DALAM TQM
  1. Fokus pada pelanggan
  2. Obsesi pada kualitas
  3. Pendekatan ilmiah
  4. Komitmen jangka panjang
  5. Kerjasama tim
  6. Perbaikan sistem secara berkesinambungan
  7. Pendidikan dan pelatihan
  8. Kebebasan yang terkendali
  9. Kesatuan tujuan
  10. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan


INOVASI
- Pengembangan produk program
- Penyederhanaan proses
- inkrimental (produknya aman, nyaman, nikmat dan green)

DAMING IS FORTON 14 POIN TQM 

Deming offered fourteen key principles to managers for transforming business effectiveness. The points were first presented in his book Out of the Crisis. (p. 23-24)[24] Although Deming does not use the term in his book, it is credited with launching the Total Quality Management movement.[25]
  1. Create constancy of purpose toward improvement of product and service, with the aim to become competitive, stay in business and to provide jobs.
  2. Adopt the new philosophy. We are in a new economic age. Western management must awaken to the challenge, must learn their responsibilities, and take on leadership for change.
  3. Cease dependence on inspection to achieve quality. Eliminate the need for massive inspection by building quality into the product in the first place.
  4. End the practice of awarding business on the basis of a price tag. Instead, minimize total cost. Move towards a single supplier for any one item, on a long-term relationship of loyalty and trust.
  5. Improve constantly and forever the system of production and service, to improve quality and productivity, and thus constantly decrease costs.
  6. Institute training on the job.
  7. Institute leadership (see Point 12 and Ch. 8 of "Out of the Crisis"). The aim of supervision should be to help people and machines and gadgets do a better job. Supervision of management is in need of overhaul, as well as supervision of production workers.
  8. Drive out fear, so that everyone may work effectively for the company. (See Ch. 3 of "Out of the Crisis")
  9. Break down barriers between departments. People in research, design, sales, and production must work as a team, in order to foresee problems of production and usage that may be encountered with the product or service.
  10. Eliminate slogans, exhortations, and targets for the work force asking for zero defects and new levels of productivity. Such exhortations only create adversarial relationships, as the bulk of the causes of low quality and low productivity belong to the system and thus lie beyond the power of the work force.
  11. a. Eliminate work standards (quotas) on the factory floor. Substitute with leadership.
    b. Eliminate management by objective. Eliminate management by numbers and numerical goals. Instead substitute with leadership.
  12. a. Remove barriers that rob the hourly worker of his right to pride of workmanship. The responsibility of supervisors must be changed from sheer numbers to quality.
    b. Remove barriers that rob people in management and in engineering of their right to pride of workmanship. This means, inter alia," abolishment of the annual or merit rating and of management by objective (See Ch. 3 of "Out of the Crisis").
  13. Institute a vigorous program of education and self-improvement.
  14. Put everybody in the company to work to accomplish the transformation. The transformation is everybody's job.
"Massive training is required to instill the courage to break with tradition. Every activity and every job is a part of the process."[26]
(Deming menawarkan empat belas prinsip kunci bagi manajer untuk mengubah efektivitas bisnis. Poin yang pertama kali disajikan dalam bukunya Dari Krisis. (hal. 23-24) [ 24 ] Meskipun Deming tidak menggunakan istilah ini dalam bukunya, itu dikreditkan dengan meluncurkan Total Quality Management gerakan. [ 25 ]
  1. Buat konstannya tujuan menuju perbaikan produk dan pelayanan, dengan tujuan untuk menjadi kompetitif, bertahan dalam bisnis dan menyediakan pekerjaan.
  2. Mengadopsi filosofi baru. Kami berada dalam usia ekonomi baru. Barat manajemen harus sadar akan tantangan, harus belajar tanggung jawab mereka, dan mengambil kepemimpinan untuk perubahan.
  3. Hentikan ketergantungan pada inspeksi untuk mencapai kualitas. Menghilangkan kebutuhan untuk pemeriksaan besar-besaran dengan membangun kualitas ke dalam produk di tempat pertama.
  4. Mengakhiri praktik pemberian bisnis berdasarkan label harga. Sebaliknya, meminimalkan total biaya. Bergerak ke arah pemasok tunggal untuk setiap item satu, pada hubungan jangka panjang dari loyalitas dan kepercayaan.
  5. Meningkatkan terus-menerus dan selamanya sistem produksi dan pelayanan, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, dan dengan demikian terus-menerus menurunkan biaya.
  6. Lembaga pelatihan di tempat kerja.
  7. Lembaga kepemimpinan (lihat Point 12 dan Ch. 8 "Dari Krisis"). Tujuan pengawasan haruslah untuk membantu orang dan mesin dan gadget melakukan pekerjaan yang lebih baik.Pengawasan manajemen sangat membutuhkan perbaikan, serta pengawasan pekerja produksi.
  8. Mengusir rasa takut, sehingga setiap orang bisa bekerja secara efektif bagi perusahaan. (Lihat Ch. 3 dari "Keluar dari Krisis")
  9. Meruntuhkan penghalang antar departemen. Orang-orang dalam penelitian, desain, penjualan, dan produksi harus bekerja sebagai tim, untuk meramalkan masalah produksi dan penggunaan yang mungkin ditemui dengan produk atau jasa.
  10. Hilangkan slogan, desakan, dan target untuk angkatan kerja meminta tanpa cacat dan tingkat produktivitas. Desakan seperti itu hanya menciptakan hubungan yang berlawanan, karena sebagian besar penyebab rendahnya kualitas dan produktivitas rendah milik sistem dan dengan demikian berada di luar kuasa tenaga kerja.
  11. a. Hilangkan standar kerja (kuota) di lantai pabrik. Pemain pengganti dengan kepemimpinan.
    b. Hilangkan manajemen berdasarkan tujuan. Hilangkan manajemen dengan angka dan tujuan numerik. Daripada mengganti dengan kepemimpinan.
  12. a. Hapus hambatan yang merampok pekerja per jam haknya untuk kebanggaan pengerjaan. Tanggung jawab pengawas harus diubah dari angka yang jelas terhadap kualitas. 
    b. Hapus hambatan yang merampok orang di manajemen dan di rekayasa hak mereka untuk kebanggaan pengerjaan. Ini berarti, antara lain, "penghapusan peringkat tahunan atau jasa dan manajemen dengan tujuan (Lihat Ch. 3 dari" Keluar dari Krisis ").
  13. Melembagakan sebuah program yang kuat dari pendidikan dan perbaikan diri.
  14. Masukan semua orang di perusahaan untuk bekerja untuk mencapai transformasi. Transformasi adalah tugas semua orang.)
Jumat, 02 Maret 2012

ADAB-ADAB SEBUAH MAJLIS

Majlis adalah sekumpulan orang yang mengadakan pertemuan dalam suatu tempat. Majlis di adakan biasanya untuk menyamakan visi dan misi anggota majlis tersebut melalui berbagai cara dan metode. Dalam sebuah majlis, perlulah adanya adab-adabnya. Diantara adab dalam sebuah majlis adalah:
1.) Membaca basmalah
membaca basmalah adalah hal yang sangat penting, dimana suatu majlis atau apapun yang di dahului dengan bacaan tersebut, maka majlis tersebut terindikasi diniatkan karena Allah SWT. Dalam sebuah hadits di riwayatkan bahwa suatu apapun yang berhubungan dengan agama, dan tidak dimulai dengan bismillah di awalnya, maka sesuatu itu akan terputus dari barakah Allah. Oleh karena pentingnya membaca basmallah dalam setiap aktifitas kita, maka seyogyanya kita membiasakan diri untuk membaca hal ini, banyak keutamaan dari bacaan basmallah ini jika di niatkan ikhlas dalam hati.

2. ) Berinfaq
Infaq selalu di anjurkan dalam segala keadaan, baik dalam waktu lapang maupun sempit. Infaq itu sendiri adalah mengeluarkan harta baik yang berbentuk fisik maupun non-fisik untuk keperluan orang lain. dalam hal ini bisa untuk perorangan dan organisasi. Begitu banyak anjuran infaq dalam Al-Qur'an, karena infaq itu mempunyai banyak sekali keutamaan. dan mengapa harus berinfaq? ada istilah arab mengatakan juyufuna shunduquna (pedang kita adalah kantong-kantong kita) anjuran berinfaq dalam majlis ini tercantum dalam qur'an surat 58 ayat 12.

3) Tilawah Al-Qur'an
Seorang mukmin yang tidak pernah membaca al-qur'an itu bagai buah handzalah, yang bentuknya bagus dan menggiurkan tetapi rasanya pahit. Maka membaca al-Qur'an di anjurkan dalam segala hal aktifitas kita, termasuk dalam sebuah majlis. Sebelum masuk pada inti dari majlis itu hendaklah di baca Al-Qur'an tersebut. Hal ini termaksutb dalam qur'an surat 7 ayat 204

4.) Tausiyah
Apapun majlisnya, tausiyah jangan ditiadakan. karena dalam tausiyah ini peserta majlis bisa saling berkomunikasi dan saling menasihati. dalam tausiyah ini, seyogyanya jangan hanya satu arah saja dalam arti ceramah hanya dari pemateri saja, tetapi lebih ke komunikasi dua arah. karena dengan komunikasi dua arah ini sasaran mad'u akan lebih mengena, kalau hanya menggunakan ceramah satu arah, maka da'i belum tentu bisa menguasai mad'u dan permasalahan yang seharusnya diselesaikan oleh da'i terhadap mad'u terkadang tidak macth. hal ini termaktub dalam qur'an surat 103 ayat 1-3

5.) Do'a
Hendaklah suatu majlis itu di aklhiri dengan do'a, karena inti dari segala macam ibadah adalah do'a. dan majlis terutama majlis ilmu juga merupakan bentuk ibadah kepada Allah. 

inilah sedikit materi yang disampaikan pada pertemuan pertama liqo malam sabtu di PP Darut Taqwa.
Kamis, 01 Maret 2012

Filsafat Pendidikan Islam_Dr. Suyudi, M.Ag

Pertemuan I
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
Oleh : Dr. M. Suyudi, M.Ag

Fisi ilmu itu di ambil dari pandangan hidup (The Way of Life). Kajian FPI sendiri mencakup 5 hal yaitu: (1) Pendidik (2) Alat Pendidikan yang meliputi Software dan Hardwarenya (3) Peserta Didik (4) Media Pendidikan (5) Tujuan Objek Pendidikan. Yang kesemuanya itu di peruntukan bagi manusia. 

Manusia sendiri juga terbagi menjadi 3 bagian yaitu (1)  (الجسم) yang terdiri dari Jasmani dan biologi (2) AL-Aql yaitu akal dan psikologis (3) dan ketiga adalah An-Nafs yaitu Tuhan, Manusia dan Alam

Memahami FPI secara etimologi dapat di rinci sebagai berikut:
(1) Ontologi : yaitu mencakup Tuhan, Manusia, dan Alam
(2) Epistimologi : yaitu berdasar pada ayat يرفع الله الذين اوتوا العلم ......
(3) Aksiologi : yaitu berdasar pada ayat وما خلقت الجن و الانس ......

ALIRAN-ALIRAN DALAM PENDIDIKAN
ASAS PENDIDIKAN ISLAM
1. Ibadah
2. Syari'ah
3. Rasional

METODE PENDIDIKAN DALAM ISLAM
a/ Metode Pemahaman
  • Menggunakan akal/ rasio
  • Metode transmisi dan tasybih
  • Mengambil pelajaran peristiwa masa lalu
b/ Metode Penyadaran
  • Amar ma'ruf nahi munkar
  • Memberi mauidoh dan nasihat
  • Pemberian ganbjaran dan hukuman
  • Penyadaran bertahap
  • Pengendalian Nafsu
c/ Metode Praktek
  • Penugasan
  • Keteladanan


GAYA PENDIDIKAN DALAM AL-QUR'AN
  1. dialog dengan gaya seruan
  2. dialog untuk merenungkan sesuatu
  3. dialog dengan bentuk peringatan
  4. dialog menggunakan perasaan
  5. dialog dengan mengulang pertanyaan
  6. dialog berbentuk sindiran
  7. dialog dengan gaya diskriptip variatif
Tugas untuk Sabtu 30 Maret dan Ahad 01 April 2012
"MANUSIA DALAM PANDANGAN TASAWUF (REFORMULASI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM)"

Kriteria Tugas
1. Siapakah tokoh pendidikan dalam hal ini?
2. Bagaimana pemikirannya dalam pendidikan Islam

TEMPLATE ERROR: Invalid data reference post.id: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view'] TEMPLATE ERROR: Invalid data reference post.url: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view']